Donald J. Trump bukanlah sosok biasa. Dari seorang miliarder, tokoh reality show, hingga Presiden ke-45 Amerika Serikat, perjalanan hidupnya penuh lika-liku—dan kontroversi. Ia dicintai oleh sebagian, dibenci oleh sebagian lainnya. Tapi satu hal yang pasti: Trump meninggalkan jejak besar dalam sejarah politik dunia.
🏛️ Dari Pengusaha ke Presiden
Sebelum masuk dunia politik, Donald Trump dikenal sebagai pengusaha properti dan tokoh TV di acara The Apprentice. Banyak yang meragukan kemampuannya saat ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2016, tapi secara mengejutkan ia menang melawan Hillary Clinton, membawa pesan populis bertajuk “Make America Great Again.”
Namun sejak awal masa kepemimpinannya, Trump langsung menghadirkan gelombang kontroversi yang tak henti-henti.
⚡ Deretan Kontroversi Besar Donald Trump
1. Kebijakan Imigrasi: “Muslim Ban” dan Tembok Perbatasan
Salah satu langkah awal Trump adalah menerbitkan larangan masuk bagi warga dari beberapa negara mayoritas Muslim. Kebijakan ini memicu kecaman internasional dan aksi protes besar di dalam negeri. Ia juga bersikeras membangun tembok di perbatasan AS–Meksiko untuk menghentikan imigrasi ilegal—langkah yang dianggap simbolik dan memecah belah.
2. Pernyataan Rasis dan Seksis
Trump kerap membuat pernyataan kontroversial, mulai dari menyebut imigran Meksiko sebagai “pemerkosa” hingga meremehkan perempuan. Salah satu rekaman tahun 2005 yang bocor menunjukkan Trump membual tentang perlakuan seksual terhadap perempuan tanpa persetujuan—yang memicu gelombang kemarahan publik.
3. Skandal Rusia dan Pemakzulan
Trump dituduh bekerja sama dengan Rusia untuk memengaruhi hasil Pemilu 2016. Meskipun investigasi oleh Robert Mueller tidak membuktikan kolusi secara langsung, laporan itu tetap meninggalkan bayang-bayang gelap. Selain itu, Trump dimakzulkan dua kali oleh DPR—pertama karena dugaan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Ukraina, kedua karena dianggap menghasut kerusuhan di Capitol Hill. Meski akhirnya dibebaskan di Senat, ia adalah satu-satunya presiden AS yang mengalami dua kali pemakzulan.
4. Covid-19 dan Sikap Anti-Sains
Saat pandemi melanda, Trump mendapat kritik tajam karena meremehkan virus, menyebarkan informasi keliru, dan menyarankan “solusi” aneh seperti menyuntikkan disinfektan. Ia juga kerap menolak memakai masker dan menyalahkan China secara terang-terangan. Banyak pihak menilai responsnya terhadap pandemi menyebabkan kematian yang bisa dicegah.
5. Kerusuhan Capitol Hill (6 Januari 2021)
Salah satu peristiwa tergelap dalam sejarah Amerika modern. Setelah hasil pemilu 2020 menunjukkan kekalahannya dari Joe Biden, Trump menolak menerima kekalahan dan terus menyuarakan klaim “pemilu curang” tanpa bukti. Akibatnya, ribuan pendukungnya menyerbu Gedung Capitol, menyebabkan kerusuhan yang menewaskan beberapa orang. Trump dituduh menghasut kekerasan tersebut.
6. Media dan “Fake News”
Trump menjadikan media sebagai musuh utama. Ia sering menyebut media arus utama sebagai penyebar “fake news,” bahkan menyebut jurnalis sebagai “musuh rakyat.” Taktik ini memperkuat loyalitas pendukungnya, tetapi sekaligus menciptakan polarisasi yang mendalam di masyarakat.
🤔 Cinta atau Benci: Trump Tetap Punya Massa
Terlepas dari semua kontroversi, Trump tetap memiliki basis pendukung yang sangat loyal. Ia dianggap mewakili suara “orang biasa,” melawan elit politik dan media. Setelah lengser, ia tetap aktif berpolitik dan bahkan mengisyaratkan untuk maju lagi pada pemilu berikutnya.
📌 Penutup: Warisan yang Tak Terlupakan
Donald Trump adalah simbol dari zaman yang berubah—di mana politik bukan lagi sekadar soal kebijakan, tapi juga soal citra, emosi, dan narasi. Ia membelah opini publik, memantik debat global, dan membuka diskusi baru tentang demokrasi, kekuasaan, dan kebebasan berbicara. Mencintainya atau membencinya, satu hal pasti: dunia tidak akan melupakan nama Donald Trump dalam waktu dekat.
