Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Mei 2025. Kunjungan ini akan menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis, yang dimulai sejak 4 Januari 1950.
Fokus Kerja Sama Strategis
Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, pada 26 Maret 2025 di Jakarta, dibahas persiapan kunjungan Presiden Macron serta langkah-langkah prioritas untuk memperkuat hubungan kedua negara. Beberapa bidang kerja sama yang menjadi fokus meliputi:
- Transisi Energi: Mendorong pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur hijau.
- Ketahanan Pangan: Memastikan keamanan pasokan pangan melalui inovasi dan teknologi.
- Pertahanan: Memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.
- Transformasi Digital: Mengembangkan ekosistem ekonomi digital dan pelatihan talenta kreatif, termasuk di industri film.
- Hubungan Budaya: Meningkatkan pertukaran budaya dan pemahaman antar masyarakat.
Pertemuan dengan Presiden Indonesia
Selama kunjungan tersebut, Presiden Macron dijadwalkan bertemu dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membahas berbagai isu strategis dan memperkuat kemitraan bilateral.
Peningkatan Investasi Prancis di Indonesia
Investasi Prancis di Indonesia menunjukkan tren positif, mencapai USD 328 juta pada tahun 2024. Kedua negara sepakat untuk mendorong peningkatan investasi di sektor-sektor seperti energi terbarukan, mineral kritis, ekonomi kreatif, logistik, transportasi, dan infrastruktur hijau.
Signifikansi Kunjungan
Kunjungan ini akan menjadi kunjungan kenegaraan pertama oleh Presiden Prancis ke Indonesia sejak kunjungan Presiden François Hollande pada Maret 2017. Diharapkan kunjungan ini akan membuka babak baru dalam kemitraan strategis antara kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan global di era digital dan transisi energi.
Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, serta mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 75 tahun.
